Antisipasi Angin Ribut, Warga Sumberwungu Gelar Kerja Bakti Massal "Rabas-Rabas"

Mr Boy 01 Februari 2026 20:57:32 WIB

Sumberwungu – Menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal Februari, warga di wilayah Kalurahan Sumberwungu melaksanakan aksi kerja bakti serentak pada Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pemangkasan dahan pohon (rabas-rabas) yang dinilai membahayakan pemukiman dan jaringan listrik.

Aksi gotong-royong ini melibatkan warga dari enam padukuhan, yakni:

  • Padukuhan Pakwungu
  • Padukuhan Karangtritis
  • Padukuhan Karanggebang
  • Padukuhan Bantalwatu I
  • Padukuhan Bantalwatu II
  • Padukuhan Wunut

Sinergi Warga, PLN, dan BPBD

Kegiatan dimulai tepat pukul 11.00 WIB dan berakhir pada 14.00 WIB. Meski cuaca hujan rintik-rintik, antusiasme warga terlihat tinggi dalam membersihkan dahan-dahan besar yang menjuntai di atas jalan maupun yang mendekati kabel transmisi.

Untuk menjamin keamanan warga selama proses pemangkasan, pihak penyelenggara bekerja sama dengan PLN untuk melakukan pemadaman listrik sementara di wilayah terdampak. Langkah ini diambil guna menghindari risiko kecelakaan kerja akibat sengatan listrik saat dahan pohon dipotong.

Selain itu, BPBD Kabupaten Gunungkidul turut memberikan dukungan penuh dengan menyalurkan bantuan logistik untuk menunjang kebutuhan konsumsi warga yang bekerja di lapangan.

Mewujudkan Lingkungan Aman

Tujuan utama dari gerakan ini adalah meminimalisir dampak bencana angin ribut yang kerap terjadi saat hujan deras melanda wilayah Gunungkidul. Dengan dipangkasnya dahan-dahan tersebut, diharapkan:

  1. Keamanan Pemukiman: Tidak ada lagi dahan tumbang yang menimpa rumah warga.
  2. Kelancaran Arus Listrik: Mencegah gangguan distribusi listrik akibat korsleting yang dipicu oleh gesekan dahan pohon.

"Kegiatan ini adalah bentuk kesiapsiagaan mandiri masyarakat. Kami tidak ingin menunggu bencana datang, lebih baik kita antisipasi sejak dini agar lingkungan lebih aman dan distribusi listrik tidak terganggu saat badai," ujar salah satu koordinasi lapangan di lokasi.

Dengan selesainya kegiatan ini pada jam dua siang, aliran listrik kembali dinormalkan dan lingkungan di enam padukuhan tersebut kini jauh lebih rapi serta aman dari ancaman dahan berbahaya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar