TIGA PADUKUHAN GELAR RASULAN SECARA SEDERHANA
26 Mei 2026 20:45:57 WIB
Tradisi Rasulan tetap dilaksanakan oleh masyarakat Padukuhan Pakwungu, Padukuhan Klayu I, dan Padukuhan Klayu II pada Senin Pahing (25/5) dengan suasana yang sederhana namun tetap khidmat. Berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan dengan menggelar berbagai hiburan dan pertunjukan seni, perayaan Rasulan tahun lebih difokuskan pada kegiatan syukuran, doa bersama, dan penguatan kebersamaan antarwarga.
Pelaksanaan Rasulan diawali dengan kegiatan kenduri yang diikuti oleh masyarakat setempat. Warga berkumpul membawa aneka hidangan yang kemudian dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur atas rezeki, kesehatan, serta hasil usaha yang telah diperoleh selama setahun terakhir. Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat memanjatkan doa agar kehidupan warga senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.
Meskipun tanpa rangkaian hiburan rakyat maupun pertunjukan seni budaya, antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan tetap tinggi. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa nilai utama Rasulan tidak terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada rasa syukur dan kebersamaan yang terjalin di tengah kehidupan bermasyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat yang dikunjungi oleh Pamong Kalurahan Sumberwungu menjelaskan bahwa pelaksanaan Rasulan secara sederhana merupakan hasil kesepakatan warga. Selain menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat, konsep sederhana tersebut juga dimaksudkan agar pelaksanaan tradisi tetap berjalan tanpa mengurangi makna yang terkandung di dalamnya.
“Yang terpenting dari Rasulan adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempererat silaturahmi antarwarga. Kesederhanaan tidak mengurangi nilai dan tujuan dari tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Pelaksanaan Rasulan di Padukuhan Pakwungu, Klayu I, dan Klayu II berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Warga mengikuti seluruh rangkaian acara dengan semangat kebersamaan yang tinggi, mencerminkan kuatnya nilai sosial dan budaya yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Melalui perayaan yang sederhana tersebut, masyarakat berharap tradisi Rasulan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mengajarkan pentingnya rasa syukur, persaudaraan, dan kebersamaan. Di tengah berbagai perubahan zaman, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Rasulan tetap menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan rukun.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT
Layanan Pengaduan
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |









